Akan tetapi, Elizabeth bukan pemimpin yg suka bersenag - senang sepanjang hari dan menyerahkan urusan pemerintahan negara kepada orang lain. Ia bekerja keras, bahkan ia bersama para menterinya seringkali bekerja sampai menjelang subuh.
Namun, Elizabeth juga tidak selalu mudah diajak kerja sama. Meskipun ceria dan lucu, ia juga memiliki watak yang keras. Seperti, ia pernah melemparkan sandal pada mentrinya, meludahi seseorang anggota istana yang berselisih paham dengannya, dan para pelayan wanita sering mendapat tamparan darinya. Meskipun demikian, di mata umum ia terlihat anggun dan baik hati. Ia ingin rakyatnya kebanyakan mencintai dan setia padanya. Ia juga ingin membuat mereka terkesan. Oleh karena itu, di depan umum ia selalu memakai pakaian terindah. Gaunnya pun ada yang dihiasi seribu butir mutiara.
Sekalipun pakaiannya mahal - mahal, Elizabeth tetap berhati - hati dengan uang. Bila perhiasannya yang terkecil jatuh dari gaun atau mantelnya dan hilang, ia akan menyuruh orang - orang sekitar untuk mencarinya dengan teliti. Kadang ia menjual beberapa barang pribadinya untuk mendapat sedikit tambahan uang.
Karena Elizabeth seorang protestan, beberapa penguasa Katolik dari negara lain ingin memaksanya turun takhta dan menggantinya dengan orang Katolik. Salah seorang calonnya adalah Ratu Mary dari Skotlandia. Mary dipaksa turun takhta oleh orang Protstan dari Skotlandia. Ratu Mary kemudian ditawan di Inggris, dan dipenjarakan oleh Elizabeth.
Di dalam penjara, Mary merencanakan usaha pembunuhan Elizabeth supaya ia bisa merebut takhtanya kembali. Akhirnya, setelah 19 tahun dipenjarakan Elizabeth memerintahkan supaya ia dipenggal kepalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar